Curriculum Vitae, Resume, dan Portofolio
Curriculum Vitae, Resume, dan Portofolio
Oleh:Bayu Ardyan Saputra
A. Curriculum Vitae
Curriculum Vitae atau CV merupakan sebuah dokumen yang memberikan gambaran mengenai pengalaman kerja secara singkat, sekaligus menjelaskan mengenai daftar riwayat hidup yang umumnya digunakan untuk bahan referensi dalam melamar atau mencari pekerjaan. Curriculum vitae berisikan histori atau sejarah seseorang yang tidak diketahui orang lain, dari mulai pendidikan awal hingga perjalanan karier.
1. Fungsi dan Pengertian Curriculum Vitae
Keberadaan curriculum vitae sangat krusial dimana kesan pertama perusahaan mengenai kandidat pelamar akan terlihat dari data-data didalam curriculum vitae. Nah, lalu apa fungsi dan pengertian curriculum vitae secara lebih lengkap? Simak penjelasan berikut :
a. Untuk memperkenalkan diri kepada perusahaan.
b. Untuk mengklasifikasikan pelamar berdasarkan jenjang pendidikan dan pengalamannya.
c. Untuk mengetahui kemampuan dan keterampilan pelamar
d. Untuk mengetahui nilai gaji yang pantas bagi seorang pelamar
2. Jenis Curriculum Vitae
Itulah beberapa fungsi curriculum vitae yang bisa digunakan oleh perusahaan dan pelamar. Lalu, apa saja jenisnya? Simak penjelasan berikut ini :
a. Curriculum Vitae Berdasarkan Ketentuan
Curriculum vitae berdasarkan ketentuan akan ditentukan oleh perusahaan, lembaga, instansi atau badan yang akan merekrut karyawan. Curriculum vitae berdasarkan ketentuan digunakan dalam setiap lamaran pekerjaan baik Pegawain Negeri Sipil (PNS), militer, Badan Usaha Milik Negara (BUMN) atau perusahaan-perusahaan yang sudah membakukan curriculum vitae sendiri yang berbentuk form atau blangko.
Curriculum vitae berdasarkan ketentuan umumnya diisi oleh pelamar yang akan diberikan oleh pihak perusahaan baik melalui pos, email maupun saat kamu berada di perusahaan. Curriculum vitae berdasarkan bentuk biasanya akan diarsipkan untuk pelamar kerja, baik yang diterima maupun tidak diterima.
b. Curriculum Vitae Berdasarkan Tujuan
Curriculum vitae berdasarkan tujuan dibuat khusus untuk perusahaan yang dituju atau bidang pekerjaan yang difokuskan. Oleh sebab itu, segala hal yang tidak berhubungan dengan tujuan, tidak perlu dituliskan dalam curriculum vitae ini. Selain itu, dalam menulis curriculum vitar berdasarkan tujuan harus memiliki tujuan yang jelas dan informasi yang cukup mengenai tujuan tersebut.
3. Cara Membuat Curriculum Vitae
Itulah dua jenis curriculum vitae yang perlu kamu ketahui. Selanjutnya bagaimana cara membuat curriculum vitae? Simak penjelasan berikut :
a. Penelitian Perusahaan
Dalam melakukan penelitian perusahaan lihatlah kebutuhan perusahaan, apakah perusahaan membutuhkan karyawan fresh graduate atau perusahaan membutuhkan karyawan yang sudah berpengalaman. Ini selanjutnya akan memudahkan kamu dalam menyusun sebuah curriculum vitae.
b. Isi Curriculum Vitae secara Umum
Sebelum membuat curriculum vitae ada beberapa hal yang perlu kamu ketahui isi dari curriculum vitae secara umum, karena perusahaan akan menilai kualitas kamu melalui curriculum vitae yang kamu tuliskan. Ini juga termasuk identitas diri, pendidikan, jurusan disiplin ilmu kamu, keterampilan, pengalaman kerja, training terbaru, referensi dan lain sebagainya.
c. Membuat dan Memeriksa Isi Curriculum Vitae
Setelah mengetahui apa saja unsur yang harus dituliskan dalam curriculum vitae, kamu dapat langsung membuat curriculum vitae kamu dan setelah kamu selesai, ada baiknya jika kamu kembali membacanya secara seksama agar tidak ada kesalahan yang nantinya akan mempermalukan kamu di depan perusahaan.
4. Tips Membuat CV yang baik
Beberapa tips untuk menghindari kesalahan pembuatan curriculum vitae, antara lain :
a. Pemilihan Font
Gunakan font yang standar layaknya karya ilmiah agar tulisan kamu mudah dibaca oleh perekrut. Misalkan fornt Arial, Times New Roman atau Helvetica dengan ukuran font 11 hingga 12.
b. Pemilihan Warna
Hindari penggunaan warna mencolok dalam pembuatan curriculum vitae. Tetap berpegang pada format penulisan karya ilmiah dengan warna font hitam.
c. Memerhatikan Spasi
Spasi atau jarak penulisan cukup penting bagi curriculum vitae. Hal ini karena spasi mempengaruhi perekrut dalam membaca curriculum vitae kamu. Pastikan agar tulisan dalam curriculum vitae kamu tidak terkesan penuh, sehingga informasi penting tak terlewat.
d. Typo
Typo atau salah ketik memang suatu hal yang umum, namun jangan sampai ini terjadi pada curriculum kamu, karena akan berdampak besar pada diterima atau tidaknya kamu dalam perusahaan. Perusahaan akan menilai bahwa kamu tidak teliti dalam bekerja, jika perekrut menemukan typo dalam curriculum vitae kamu.
B. RESUME

adalah suatu rangkuman atau bisa disebut ringkasan dari sebuah tulisan yang memiliki karakter panjang, kemudian hanya diambil makna-makna yang terpenting dari sebuah karangan tersebut dengan menyertakan juga rinciannya. Dimana resume ini menjadi salah satu cara yang efektif ketika Kita hendak memberikan suatu penjelasan ataupun inti dari pokok pembahasan yang akan Kita sampaikan kepada orang lain. Mengenai resume ini tentunya sudah banyak Kita mengetahuinya ketika Kita telah belajar di bangku sekolah, namun tentunya di jenjang yang lebih tinggi layaknya sekolah menengah ke atas (SMP).
Namun, ada pula yang menjelaskan pendapatnya mengenai pengertian resume ini yaitu dokumen yang isinya mengenai sebuah rangkuman dari pengalaman hidupnya, baik dari segi bakat yang dimilikinya hingga menjadi orang yang sukses ataupun dari bidang pendidikan yang ditempuhnya dan hal itu dikonsep dengan sebegitu menariknya. Resume tidak hanya menjelaskan tentang ringkasan dari suatu materi yang panjang. Seperti yang telah dijelaskan diatas bahwasannya resume juga bisa digunakan sebagai melamar pekerjaan.
Resume dari lamaran pekerjaan itu bisa menjadi bekal sebagai penguat, menjelaskan informasi sedetail mungkin tentang siapa dirinya dan seberapa layaknya diterima. Jadi pada intinya dapat disimpulkan bahwasannya pengertian resume adalah sebuah ringkasan yang dibuat dengan mengambil bagian dari pokok-pokok tulisan yang bisa mewakili maksud tulisan atau karangan yang panjang sehingga mampu memudahkan Kita dalam menerima pokok atau inti dari sebuah karangan ataupun tulisan tersebut.
1. Tujuan Resume
adalah mengetahui materi yang disajikan dengan pemahaman yang lebih detail, tidak hanya paham namun bisa menguasai materi yang telah disampaikan. Selain itu tentunya memudahkan pembaca memahami maksud atau intisari dari sebuah karangan atau tulisan yang begitu panjang, tanpa adanya kesulitan memahami setiap kalimat yang begitu panjang yang mungkin lebih susah ditangkap.
Tujuan resume juga memberikan pengajaran kepada setiap orang untuk lebih bisa menjelaskan sesuatu yang panjang menjadi singkat dan padat namun kaya akan makna. Walaupun singkat namun lebih mudah dimengerti, dipahami dan diterima bagi siapa pun yang menerimanya. Tujuan lainnya adalah lebih mudah mengingat materi yang telah disampaikan tanpa membuka lagi tulisan yang mulanya belum diresume.
2. Apa Fungsi Resume
Mengenai fungsi resume hampir sama dengan tujuan dari meresume. Ada beberapa fungsi resume dintaranya:
- Menjadikan tulisan yang semulanya panjang lebar menjadi ringkas dan kaya makna.
- Tulisan yang ringkas, padat dan penting akan mudah diingat.
- Memudahkan penyampaian materi karena telah terkonsep.
- Memudahkan pembaca menerima materi yang disampaikan.
- Lebih mudah mengingatkan materi yang telah lalu karena tinggal membaca ulang dari resume yang telah dibuat.
3.Bagaimana Cara Membuatnya
Bagi Mereka yang belum terbiasa membuat resume tentunya ini adalah suatu pekerjaan yang sulit. Sebaliknya, meresume adalah pekerjaan yang mudah dan tidak begitu rumit bagi Mereka yang kesehariannya sudah sering melakukan pekerjaan ini. Namun, jangan khawatir akan hal tersebut, setiap jiwa memiliki kesempatan untuk terus belajar dan mencari tahu.
Cara membuat resume dibutuhkan ketelitian, kemauan untuk membaca dan menguasai materi, menentukan ide- ide pokok setiap paragraf dan kemudian meringkasnnya dengan sebaik mungkin sesuai dengan tulisan aslinya. Jadi, meresume itu tidak menjabarkan materi sesuia dengan apa yang ada dipikiran Kita, namun harus sesuai dengan urutan pokok pikiran yang ada pada tulisan, semakin ringkas namun sudah mampu menjelaskan semua maksud dari tulisan ini adalah resume yang baik, sesuai dengan kaidah- kaidah bahasa Indonesia juga.
Beberapa cara membuat resume yang perlu diperhatikan dan dipelajari diantaranya:
Membaca Tulisan atau Karangan
Cara membuat resume yang utama adalah membaca tentang tulisan yang akan digunakan sebagai bahan meresume. Tidak cukup hanya sekali saja, namun akan lebih baik jika terus mengulangnya hingga Kita mampu memahami apa yang menjadi pokok dari tulisan tersebut, sehingga Kita bisa mengerti dan mampu menyampaikan resume itu dengan baik dan benar tanpa ada unsur penyelewengan makna. Melalui membaca tulisan ini Kita juga akan menemukan beberapa istilah kata yang sulit atau mungkin sama sekali belum Kita pahami maknanya. Ketika menemukan hal demikian, Kita bisa menggunakan media lain yang bisa membantu untuk menerjemahkannya, sehingga Kita benar-benar menguasai isi tulisan tersebut.
Mencari Gagasan Pokok
Setiap paragraf dari karangan panjang tadi memiliki gagasan pokok, bisa saja di depan atau pun di akhir paragraf. Nah, Kita perlu mencatat pokok-pokok pikiran dari setiap paragraf tersebut untuk mempermudah membuat resume. Gagasan pokok dari setiap kalimat sudah mampu mewakili kalimat-kalimat pendukung yang dipotong tadi. Lantas, bagaimana menentukan gagasan pokok dari setiap paragraf tersebut? Perlu diketahui bahwasannya gagasan pokok adalah gagasan inti dari paragraph tersebut, sedangkan kalimat-kalimat lainnya hanya kalimat-kalimat pendukung atau penjelas.
Mulai Menulis Resume
Setelah membaca dan mencatat semua hal penting dari gagasan utama, Kita bisa mulai menuangkan hal-hal yang terbayang dalam pikiran untuk dijadikan resume. Cara membuat resume ini berbeda dengan ikhtisar, dimana yang membedakannya adalah, ketika menulis resume runtutan dari setiap paragraph yang ditulis haruslah relevan dengan naskah aslinya. Jangan pula menulis ulang kata-kata yang sulit untuk dipahami tadi sama persis dengan naskah aslinya, namun bisa Kita sesuaikan dengan bahasa Kita sendiri agar mudah dipahami.
Mengulang dan Meneliti Resume
Setelah proses pembuatan resume terselesaikan, jangan lupa untuk meneliti dan membacanya ulang untuk memastikan kesalahan pada penulisannya. Ketika menulis ini tentunya harus menggunakan tata cara penulisan yang sesuai dengan EYD ( Ejakan Yang Disempurnakan), agar mudah dipahami sehingga maksud yang disampaikan bisa diterima pembaca. Setelah menelitinya, baca ulang apakah resume Anda sudah sesuai dengan naskah aslinya.
C. Portofolio
Secara umum, portofolio diartikan sebagai kumpulan dokumen dari seseorang, kelompok, lembaga, organisasi, perusahaan, dan sejenisnya yang bertujuan untuk mendokumentasikan perkembangan suatu proses dalam mencapai tujuan yang telah ditetapkan. Namun, istilah ini tentunya berbeda dari satu bidang ke bidang lainnya. Misalkan saja pada bidang seni, portofolio dapat diartikan sebagai kumpulan hasil karya terbaik dari seorang seniman yang sengaja diadakan untuk keperluan pameran. Sedangkan dalam dunia pendidikan, portofolio adalah kumpulan hasil karya seorang siswa sebagai hasil pelaksanaan tugas kinerja yang ditentukan guru atau oleh siswa bersama guru.
Berbeda lagi dalam dunia politik, portofolio dapat diartikan sebagai kewajiban dan pilar pemerintahan para menteri kabinet dan juga para pejabat pimpinan departemen yang ada di dalam institusi pemerintah. Jadi, arti portofolio itu bisa dilihat tergantung dari konteksnya sedang membicarakan apa. Intinya, portofolio memiliki arti yang berbeda tapi hampir sama di setiap bidang yakni sebagai dokumentasi pencapaian seseorang.
1. Apa Manfaat Memiliki Portofolio
Ada beberapa manfaat memiliki portofolio, kira-kira apa saja manfaat tersebut? Berikut adalah manfaat memiliki portofolio:
- Portofolio akan menceritakan kepiawaian kamu dalam bekerja
Portofolio yang terus diperbarui akan menampilkan perkembangan karir kamu dari waktu ke waktu. Klien atau calon atasan akan mudah menilai perkembangan kinerja, bidang yang digemari, kontribusi dalam sebuah proyek, atau bahkan memperkirakan potensi yang sebelumnya tidak terpikirkan. Kekuatan, keahlian, pendidikan, pengalaman, kegemaran kamu akan terlihat dari portofolio tersebut. - Dinilai lebih terpercaya
Seperti yang sudah disebutkan di atas, bahwa portofolio adalah kumpulan dari hasil kerja. Hal yang paling dirasakan jika memiliki portofolio adalah menaikan level kredibilitas. Portofolio bisa menjadi bukti dari semua yang kita ucapkan pada klien, kolega atau calon atasan. Keahlian dan potensi yang ada dalam portofolio akan terangkum dan akan membantu mereka mencari bagian yang tepat untuk diisi oleh keahlianmu. - Sebagai pengingat akan pencapaian
Semua proyek, tugas, atau pekerjaan yang berhasil dikerjakan, serta pencapaian target, penghargaan, atau prestasi lain akan tersimpan dengan baik dalam portofolio. Akan ada kalanya kita harus memulai kembali pekerjaan lain yang memiliki tingkat kesulitan lebih. Portofolio yang terus diperbarui akan mengingat semua pencapaian terbaik yang pernah dicapai. Hal ini akan membantu membangun kepercayaan diri dan motivasi untuk terus melakukan hal-hal paling sulit sekalipun. - Membantu calon klien merasakan bagaimana bekerja dengan kamu
Memiliki portofolio yang terus diperbarui akan menarik orang-orang yang berpotensi, menjadi partner atau mitra kerja kamu. Portofolio yang menarik akan membuat calon mitra kerja membayangkan bagaimana keseruan bekerja bersamamu. Tak hanya itu saja, calon mitra kerja juga dapat merasakan bagaimana seorang yang kreatif dan profesional menyelesaikan berbagai tantangan, kemudian menikmati hasil yang akan diperoleh bersama-sama. - Meningkatkan kesempatan memperoleh lebih banyak klien
Beberapa calon klien cenderung tidak ingin repot memikirkan sendiri berapa lama waktu produksi atau berapa biaya yang harus disisihkan. Dengan melihat portofolio, calon klien akan mengidentifikasi sekilas tentang jasa atau produk yang ditawarkan. Calon klien akan lebih setia dengan produk atau jasa yang pernah mereka gunakan, maka membangun relasi juga merupakan poin penting. Kedekatan hubungan akan membantu konsumen dalam memberi keputusan. - Menjadi pembeda dengan pesaing
Portofolio yang tersedia secara online akan membedakan kamu dengan pesaing lain, yang mungkin memiliki jenis usaha, bisnis, atau bidang pekerjaan yang sama. Portofolio online dinilai efektif untuk kamu yang sedang aktif maupun pasif dalam mencari pekerjaan. Mengingat tren dalam mencari pekerjaan saat ini, dimana perusahaan lah yang lebih aktif mencari kandidat untuk perusahaannya, dan bukan lagi para pencari kerja yang menyebar CV ke berbagai perusahaan, portofolio online adalah jawaban yang tepat, efektif, dan efisien. Oleh karena itu, kamu harus memperhatikan bagaimana cara membuat online portfolio yang baik dan benar. - Memberi kesempatan untuk memperlihatkan kreativitasmu
Portofolio yang dinilai indah dan menarik memiliki daya pikat tersendiri. Portofolio sedemikian rupa dengan berbagai informasi yang dalam namun tetap indah dipandang, adalah sebuah keahlian yang dimiliki oleh seseorang untuk menunjukan sisi kreatif dan profesional dibidangnya. Kamu juga bisa, dengan memadukan banyak media seperti foto, ilustrasi, video, atau podcast. Tidak ada batasan untuk mengekspresikan kreativitasmu, justru itu yang akan membuat portofolio terlihat berbeda dari pesaing lainnya. - Menunjang kemampuan verbal
Tidak semua orang memiliki keahlian dalam berbicara atau mengungkapkan ekspresi. Namun, dalam pekerjaan atau pada saat wawancara kerja, kamu sering diminta untuk menjelaskan kepribadianmu atau presentasi mengenai pencapaian selama ini. Dengan menunjukan portofolio, pewawancara akan melihat dan memahami apa yang sedang kamu jelaskan. Maka wawancara akan menjadi sebuah diskusi yang menarik. - Menunjukan konsistensi
Kejelasan informasi adalah hal penting lainnya ketika kita sedang berusaha membangun brand, baik untuk kepentingan pribadi atau korporasi. Portofolio yang diperbarui akan membantu menunjukkan kekonsistenan dalam melakukan bisnis tersebut, karena apa yang dijelaskan juga akan tampak pada portofolio. Ketika pesan yang disampaikan sejalan dengan apa yang diperlihatkan, kamu akan memiliki nilai yang berbeda dengan yang lain.
2. Jenis-jenis Portofolio
Untuk lebih memahami mengenai istilah tersebut, berikut ini adalah dua jenis portofolio yang wajib kamu ketahui.
- Portofolio Lamaran Kerja
Ketika Bersinggungan dengan lamaran kerja, portofolio adalah salah satu yang banyak dilampirkan dalam proses seleksi lamaran kerja. Perusahaan akan meminta portofolio kamu untuk menambah penilaian perusahaan akan skill kamu. Portofolio lamaran kerja, umumnya berisikan data diri secara singkat, pendidikan, penghargaan, pengalaman kerja dan tujuan kamu melamar ke perusahaan. Untuk beberapa bidang, kamu ingin melamar kerja sebagai seoran penulis, maka dalam portofolio, kamu bisa menuliskan beberapa contoh tulisan kamu yang paling membanggakan atau mendapat penghargaan, pujian dan lain sebagainya. - Portofolio Desain
Dalam portofolio desain, kamu bisa menambahkan lampiran desain yang pernah kamu buat. Portofolio desain juga tidak memiliki aturan penulisan yang baku dan lebih kepada bentuk kreatif kamu. Portofolio desain umumnya digunakan bagi kamu yang melamar pekerjaan di bidang seni seperti desain grafis atau animator. Dalam portofolio yang kamu buat, hasil desain yang pernah dipublish atau menjadi kebanggaan dalam perjalanan karir kamu, bisa ditampilkan dalam portofolio kamu.
3. Format Portofolio
Berikut ini adalah bagian-bagian yang wajib ada di dalam portofolio kamu:
- Daftar Isi
Portofolio tak ubahnya seperti dokumen yang berisikan pencapaian dan prestasi yang pernah kamu raih. Maka dari itu, dalam membuat daftar isi portofolio, kamu perlu mempermudah perusahaan secara sistematis dalam melihat karya-karya yang pernah kamu buat. Daftar isi akan memudahkan perusahaan dalam medapatkan informasi kamu dengan mudah. - CV atau Resume
Meskipun merupakan sebuah hal yang berbeda, namun jika kamu diminta untuk melampirkan portofolio, maka kamu perlu mencantukan daftar riwayat hidup atau Curriculum Vitae (CV) dalam portofolio kamu. Hal ini dilakukan agar perekrut dapat lebih mudah melihat resume kamu sembari melihat hasil karya yang pernah kamu buat. - Motivasi, Tujuan dan Pencapaian
Salah satu hal terpenting dalam pembuatan portofolio adalah dengan menuliskan tujuan dan pencapaian. Tujuan dan pencapaian sangat penting agar perusahaan mengetahui visi dan misi karyawannya kedepan. Dalam penulisan tujuan, akan dibagi dua yakni tujuan jangka pendek dan tujuan jangka panjang. - Keterampilan dan Pengalaman
Keterampilan dan pengalaman adalah hal yang teramat penting karena dari apa yang kamu tulis perusahaan bisa mempertimbangkan apakah kamu merupakan kandidat yang sesuai dan cocok untuk perusahaan atau tidak. Dalam menuliskan keterampilan dan pengalaman, kamu dapat menambahkan keunggulan kamu dalam pekerjaan untuk lebih meyakinkan perusahaan. Misalkan keahlian desain apa saja yang kamu miliki. - Hasil Karya, Pencapaian dan Penghargaan
Dalam portofolio hasil karya yang kamu cantumkan adlaah hasil karya yang menurut kamu merupakan yang terbaik selama kamu menjalani karir. Selain itu, tuliskan pencapaian kamu selama bekerja sebelumnya ataupun penghargaan yang kamu dapatkan karena prestasi kamu.
4. Cara Membuat Portofolio
Agar tidak salah langkah, berikut ini adalah beberapa cara membuat portofolio yang perlu kamu perhatikan baik-baik.
- Menyeleksi karya terbaik untuk ditunjukkan
Ketika ingin membuat portofolio, kamu wajib untuk mengumpulkan karya-karya yang telah kamu buat, kemudian pilihlah karya yang terbaik. Jika kamu bingung dalam memilihnya, kamu bisa gunakan ulasan dari para klien atau rekanmu, pilihlah mana yang mendapatkan komentar terbaik. Dengan menampilkan karya terbaik, maka kamu akan terlihat lebih kompeten dan memperbesar peluang untuk dilirik perusahaan. Idealnya, karya yang bisa kamu masukkan kedalam portofolio adalah 5 – 10 karya. - Menentukan desain portofolio
Setelah selesai mengumpulkan karya yang ingin ditampilkan, langkah selanjutnya adalah menentukan desain portofolio. Pada langkah ini, pastikan desain yang kamu pilih merupakan desain yang sederhana, nyaman dilihat, dan to the point. Fokuskan pada karya-karya kamu, bukan yang lain. - Menyiapkan isi teks portofolio
Dalam menyusun portofolio, kamu tentu perlu sedikit teks pendukung sebagai pengantar atau sebagai deskripsi dari karya yang kamu buat. Siapkan teks-teks ini terlebih dahulu, kemudian kelompokkan sesuai dengan karya-karya yang ingin kamu tampilkan. Jika sudah disiapkan, maka akan mempermudah kamu dalam menyusun portofolio pada langkah berikutnya. - Menentukan media portofolio
Di zaman sekarang ini, banyak hal yang bisa diakses melalui internet. Kamu bisa memanfaatkan kesempatan ini untuk membuat portofolio secara online. Dengan demikian, orang-orang bisa mengakses portofoliomu kapan pun dan dimana pun. Kamu juga bisa dengan leluasa menambah atau mengedit portofoliomu. Namun, jika kamu tidak ingin menampilkannya secara online, kamu juga masih bisa membuat portofolio dengan cara mencetaknya. - Menyiapkan alat dan bahan
Jika kamu memutuskan untuk membuat portofolio cetak, maka kamu perlu menyiapkan alat dan bahan yang digunakan. Tidak perlu menggunakan peralatan dan bahan yang mahal, kamu bisa menyusun portofolio yang menarik dengan alat dan bahan yang sederhana selama kamu kreatif. Contohnya, kamu bisa menggunakan loose-leaf binder dengan cover yang transparan.
Dengan menggunakan loose-leaf binder, maka kamu bisa dengan mudah menambah atau mengganti karya yang kamu tampilkan di portofoliomu. Atau, jika kamu tidak mau menggunakan loose-leaf binder, kamu bisa menggunakan kertas dengan ukuran 8.5 x 11 inchi, 11 x 14 inchi atau 14 x 17 inchi. Menarik bukan? - Menyiapkan platform
Jika kamu memutuskan untuk menyajikan portofolio secara online, maka kamu harus menentukan platform yang ingin kamu gunakan. Gampangnya, kamu bisa menggunakan 2 tipe platform gratis berikut ini:- Website
Jika kamu ingin menggunakan website, kamu bisa menggunakan beberapa situs penyedia platform web gratis seperti Blogger, WordPress, atau Wix. Agar terlihat profesional, masing-masing situs tersebut juga menyediakan fitur custom domain yang bisa kamu gunakan. - Social media
Jika kamu tidak ingin repot-repot membuat website, kamu juga bisa menggunakan beberapa platform social media yang populer dan tentunya gratis. Salah satu contohnya, kamu bisa menggunakan Instagram untuk memamerkan hasil karya-karya kamu. Apapun jenis karyanya, kamu bisa memajangnya di profil instagram kamu, tentunya harus dilengkapi dengan gambar yang menarik.
- Website
- Menyusun layout portofolio
Setelah langkah-langkah di atas kamu lakukan, langkah berikutnya adalah mengeksekusinya dengan menyusun layout portofolio kamu. Susun sesuai dengan desain yang sudah kamu tentukan di awal. Pastikan tata letaknya terlihat rapi serta buatlah portofoliomu sebagus dan semenarik mungkin. - Menampilkan ulasan (jika ada)
Ulasan atau testimoni dari orang lain juga bisa kamu tambahkan di setiap karya yang ada di portofolio kamu. Dengan adanya ulasan, tentu akan menambah daya tarik dan meningkatkan kepercayaan orang yang melihat portofolio kamu. Namun, jika memang tidak ada ulasan, kamu tidak perlu memaksakan diri untuk menambahkannya. - Melakukan review hasil
Setelah portofolio selesai dibuat, langkah berikutnya adalah melakukan review. Lihat kembali seluruh bagian portofoliomu, pastikan tidak ada kesalahan tulisan atau ejaan. Dan jika ada bagian yang terasa kurang, segera perbaiki agar tidak mengurangi tingkat kemenarikan portofolio kamu.
SEMOGA BERMANFAAT
Daftar Pustaka:
- Andhika. 2020. Pengertian Curriculum Vitae, Jenis, dan Cara Membuatnya. https://ajaib.co.id/pengertian-curriculum-vitae-jenis-dan-cara-membuatnya/. Diakses Pada 25 Januari 2021 Pukul 08.50 wib.
- _.2020. Apa itu Resume: Pengertian, Fungsi, Tujuan, dan Cara Membuatnya. https://idcloudhost.com/apa-itu-resume-pengertian-fungsi-tujuan-dan-cara-membuatnya/. Diakses Pada 25 Januari 2021 Pukul 09.07 wib.
- _.2020. Portofolio – Pengertian, Cara Membuat, Format Dan Contoh. https://mamikos.com/info/pengertian-cara-membuat-format-contoh-portofolio/. Diakses Pada 25 Januari 2021 Pukul 09.15 wib.
Komentar
Posting Komentar