ipv4 (IP Address versi 4)
Pengertian IP atau Internet Protocol pada Jaringan Komputer
oleh:Bayu Ardyan Saputra
IP atau
Internet Protocol adalah sebuah aturan atau standar yang bertugas mengatur dan
mengijinkan terjadinya hubungan, komunikasi dan perpindahan data pada dua atau
lebih komputer dalam sebuah jaringan
Internet protocol biasanya selalu dikaitkan dengan IP Address komputer, dimana
dengan adanya Ip address, komputer dapat saling berkomunikasi dan saling
bertukar informasi antar komputer.

A. Pengertian
IP Address pada Jaringan Komputer
IP Address atau Internet Protocol Address adalah deretan angka binner yang
terdiri dari 32 bit sampai dengan 128 bit yang digunakan untuk memberikan
identifikasi pada alamat komputer sehingga komputer bisa berkomunikasi dengan
komputer yang lain.
IP address sendiri mempunyai 2 versi yaitu IPv4 dan IPv6. Kebanyakan orang
biasanya menggunakan IPv4 untuk memberi pengalamatan pada komputer atau server
mereka.
B. Pengertian
IPv4 pada Jaringan Komputer
IPv4 atau Internet Protocol version 4 adalah deretan angka binner yang terdiri
dari 32 bit angka binner yang mampu menampung lebih dari 4.294.967.296
host diseluruh dunia. IPv4 diekspresikan dalam notasi desimal bertitik yang
dibagi menjadi4 buah oktet dan masing-masing oktet berukuran 8 bit. Sehingga
karena setiap oktet berukuran 8 bit maka nilainya berkisar antara 0 sampai
dengan 255. Aturan Pengalamatan IPv4 dapat dicontohkan seperti 192.148.41.1 dan
jika dikonversi kedalam binner maka 11000000.10010100.00101111.00000001
berikut adalah beberapa contoh alamat IPv4:
- 172.16.254.1
- 172.146.80.100
- 192.168.1.3
- 172.16.254.1
a. Pengalamatan ipv4
Pada gambar diatas dapat terlihat, bahwa penulisan ipv4 ini adalah dalam notasi titik, yang dibagi menjadi 4 oktet yang berukuran 8 bit. Alamat IP yang dimiliki oleh host dapat dibagi atau dikelompokkan dengan menggunakan subnet mask yang berbeda, yaitu:
- NetID (Network Identifier) jenis ini membedakan/mengidentifikasi alamat jaringan di mana host berada.
- HostID
(Host Identifier) membedakan/mengidentifikasi alamat host (berupa workstation,
server, atau sistem yang lainnya)
b. Representasi alamat
Alamat IPv4 dapat direpresentasikan dalam notasi apa pun yang menyatakan nilai integer 32-bit. Mereka paling sering ditulis dalam notasi titik-desimal, yang terdiri dari empat oktet dari alamat yang dinyatakan secara individual dalam angka desimal dan dipisahkan oleh titik.
Misalnya, alamat IP titik-titik 192.0.2.235 mewakili angka desimal 32-bit 3221226219, yang dalam format heksadesimal adalah 0xC00002EB. Ini juga dapat dinyatakan dalam format hex bertitik sebagai 0xC0.0x00.0x02.0xEB, atau dengan nilai bita oktal sebagai 0300.0000.0002.0353.
Notasi CIDR menggabungkan alamat dengan awalan perutean dalam format ringkas, di mana alamat diikuti oleh karakter garis miring (/) dan jumlah 1 bit berturut-turut dalam awalan perutean (subnet mask).
Representasi alamat lain yang umum digunakan ketika jaringan classful dipraktikkan. Misalnya, alamat loopback 127.0.0.1 umumnya ditulis sebagai 127.1, mengingat bahwa itu milik jaringan kelas-A dengan delapan bit untuk topeng jaringan dan 24 bit untuk nomor host. Ketika kurang dari empat angka ditentukan dalam alamat dalam notasi bertitik, nilai terakhir diperlakukan sebagai bilangan bulat sebanyak bita yang diperlukan untuk mengisi alamat menjadi empat oktet. Dengan demikian, alamat 127.65530 setara dengan 127.0.255.250.
c. Alokasi
Dalam desain asli IPv4, alamat IP dibagi menjadi dua bagian: pengidentifikasi jaringan adalah oktet paling signifikan dari alamat, dan pengidentifikasi host adalah sisa alamat. Yang terakhir juga disebut bidang istirahat. Struktur ini diizinkan maksimum 256 pengidentifikasi jaringan, yang dengan cepat ditemukan tidak memadai.
Untuk mengatasi batas ini, oktet alamat paling signifikan didefinisikan ulang pada tahun 1981 untuk membuat kelas jaringan, dalam suatu sistem yang kemudian dikenal sebagai jaringan berkelas. Sistem yang direvisi mendefinisikan lima kelas. Kelas A, B, dan C memiliki panjang bit yang berbeda untuk identifikasi jaringan. Alamat lainnya digunakan seperti sebelumnya untuk mengidentifikasi host dalam jaringan. Karena ukuran bidang yang berbeda di kelas yang berbeda, setiap kelas jaringan memiliki kapasitas yang berbeda untuk menangani host. Selain tiga kelas untuk pengalamatan host, Kelas D didefinisikan untuk pengalamatan multicast dan Kelas E digunakan untuk aplikasi masa depan.
C. Fungsi IP Address pada Jaringan Komputer
Seperti yang telah disebutkan sebelumnya, IP address ada agar setiap perangkat yang dapat menggunakan koneksi internet bisa menghubungi satu sama lain. Akan tetapi, barisan angka ini juga memiliki fungsi lainnya.
Selain dianalogikan sebagai nomor telepon, IP address juga bisa diumpamakan sebagai nama orang dan alamat rumah. Mengapa?
Pertama, IP address juga merupakan identitas sebuah komputer dalam jaringan internet. Dengan demikian, pemilik sebuah website dapat mengetahui semua IP address yang mengakses situsnya. Hal tersebut juga berlaku pada jaringan Wi-Fi publik.
Kedua, IP address berfungsi sebagai alamat pengiriman data ke perangkat Anda. Ketika Anda mengakses sebuah situs, sebenarnya ada proses pengunduhan data yang dikirim dari situs tersebut. Proses tersebut dimungkinkan berkat IP address.
D. Kelas IP Address
IP address IPv4 juga dibagi menjadi 5 kelas. Masing-masing memiliki rentang angka serta jumlah maksimal alamat IP dan jaringan:
- Kelas A (1–126) alamat ini digunakan dalam skala besar.
Format yang digunakan: 0nnnnnnn.hhhhhhhh.hhhhhhhh.hhhhhhhh. Pada Alamat IP kelas A mempunyai Bit pertama dengan nilai : 0. Panjang suatu Network ID yang dimiliki alamat ip kelas A adalah : 8 bit. Alamat IP kelas A memiliki Panjang sebuah Host ID adalah : 24 bit. Nilai Byte pertama pada alamat IP kelas A adalah : 0 s/d 127
Rangkaian Range IP Pada kelas A bisa di contohkan seperti berikut ini : 1.165.2.5 sampai 126.139.0.7. Kelas A mempunyai Jumlah IP sebanyak: 16.777.214 IP address pada stiap bagiannya pada kelas A. - Kelas B (128–191) digunakan skala besar maupun menengah
Format yang digunakan: 10nnnnnn.nnnnnnnn.hhhhhhhh.hhhhhhhh. Pada Alamat IP kelas B mempunyai Bit pertama dengan nilai : 10. Panjang suatu Network ID yang dimiliki alamat ip kelas B adalah : 16 bit. Alamat IP kelas B memiliki Panjang sebuah Host ID adalah : 16 bit. Nilai Byte pertama pada alamat IP kelas A adalah : 128 s/d 191
Rangkaian Range IP Pada kelas B bisa di contohkan seperti berikut ini : 128.130.3.2 sampai 191.145.5.4. Kelas A mempunyai Jumlah IP sebanyak: 65.535 IP address pada stiap bagiannya pada kelas B. - Kelas C (192-223) jaringan skala kecil
Format yang digunakan: 110nnnnn.nnnnnnnn.nnnnnnnn.hhhhhhhh. Pada Alamat IP kelas C mempunyai 3 Bit pertama dengan nilai : 110. Panjang suatu Network ID yang dimiliki alamat ip kelas C adalah : 24 bit. Alamat IP kelas C memiliki Panjang sebuah Host ID adalah : 8 bit. Nilai Byte pertama pada alamat IP kelas C adalah : 192 s/d 223
Rangkaian Range IP Pada kelas C bisa di contohkan seperti berikut ini : 192.168.2.15 sampai 223.168.5.9. Kelas C mempunyai Jumlah IP sebanyak: 254 IP address pada stiap bagiannya pada kelas C. - Kelas D (224-239) multicast
Pada IP Address yang memiliki tipe kelas D ini, tujuan awalnya memang diperuntukkan pada multicasting, kelas ini juga tidak lagi dilakukan pembahasan mengenai masalah netid dan hostidnya. pada kelas D ini memiliki jumlah pada 4 bit pertamanya dengan nilai 1110, jadi sudah bisa ditafsirkan jika byte pertama pada kelas D ini berkisar pada angka 224 s/d 247 4. Bit Pertama yang dimiliki kelas D adalah : 1110.
Jumlah Range yang dimiliki kelas D ini dimulai dengan nilai : 224 – 247 - Kelas E (240-255) reservasi, biasanya digunakan untuk eksperiment.
E. Jenis Alamat IP Address
Berdasarkan jenis Alamatnya, IPv4 dapat dibagi menjadi 3 bagian, yaitu:
- Alamat Unicast,
antarmuka jaringan yang dihubungkan ke sebuah Jaringan Internal atau disebut dengan internetwork. Unicast dapat dimanfaatkan dalam komunikasi Point to Point atau satu ke satu. Jika pada suatu instansi tidak terkoneksi ke internet, maka semua ruang kelas alamat pada unicast dapat digunakan. Jika terkoneksi dengan internet yang terhubung ke router, maka alamat yang dapat digunakan adalah 2 jenis yaitu Public Address dan Private Address. - Alamat Multicast,
alamat yang dapat digunakan untuk menyampaikan satu paket untuk banyak penerima. Sebuah paket yang ditujukan ke suatu alamat multicast akan diteruskan oleh router ke subjaringan yang sedang berada dalam kondisi listening. Dengan cara multicast ini, akan lebih efisien untuk mengirimkan paket data. Untuk menggunakan sistem multicast, Anda dapat menggunakan IpV4 kelas D yaitu 224.0.0.0/4. - Alamat Broadcast,
digunakan untuk menyampaikan paket data secara satu untuk semua. Jika host mengirimkan paket data dengan tujuan broadcast, maka semua host yang ada dalam segment tersebut akan menerima paket yang dikirim dan segera memprosesnya. Perbedaan dengan unicast dan multicast adalah ip broadcast hanya dapat digunakan sebagai alamat tujuan, tidak dapat digunakan sebagai alamat sumber.
Ada 4 jenis dalam broadcast ini, yaitu Network, subnet, all subnet directed dan limited broadcast. Pada setiap jenis alamat tersebut, paket ip dialamatkan kepada lapisan antarmuka jaringan. Sebagai contoh, jaringan Ethernet semua paket broadcast IP akan dikirimkan ke alamat broadcast Ethernet yakni 0xFF-FF-FF-FF-FF-FF.
F. IP Publik dan IP Privat
IP address dikategorikan dalam dua jenis berdasarkan cakupannya, yaitu publik dan privat.
a. Publik
Sesuai namanya, IP address dengan jenis ini dapat diakses melalui jaringan internet. Oleh karena itu, IP address publik dimiliki oleh segala perangkat yang diperuntukkan khalayak umum. Server website, server email, dan router Wi-Fi adalah beberapa contoh device yang menggunakan alamat IP publik.
Baik IP address publik maupun privat memiliki rentang angka tersendiri (dan dibagi menjadi beberapa kelas yang akan dijelaskan pada bagian selanjutnya). Alokasi untuk rentang angka IP address berjenis publik diatur oleh Internet Assigned Numbers Authority (IANA). Apabila ada organisasi (contohnya penyedia layanan internet) yang ingin mendapatkan jatah IP publik, ia harus meminta izin ke badan otoritatif tersebut.
b. Privat
IP address berjenis privat digunakan untuk komunikasi pada jaringan lokal. Contoh perangkat yang memiliki alamat IP privat adalah laptop, PC, dan ponsel. Masing-masing device tersebut dapat berkomunikasi dengan satu sama lain tidak melalui koneksi internet, tetapi pada jaringan lokal seperti local access network (LAN).
Nah, pada titik ini mungkin pertanyaan berikut muncul di benak Anda: bagaimana komputer saya bisa mengakses sebuah website jika alamat IP-nya berjenis privat? Jawabannya adalah karena device tersebut melakukannya melalui IP address publik milik router internet Anda sebagai perantara.
G. IP Dinamis dan IP Statis
Penyedia layanan internet sebenarnya memberikan dua jenis IP address, yaitu dinamis dan statis. Berikut adalah penjelasan atas keduanya.
a. Dinamis
IP address dinamis adalah jenis yang biasanya dimiliki oleh umum, termasuk Anda. Alamat IP ini diberikan oleh penyedia layanan internet secara cuma-cuma, tetapi tidak bersifat abadi.
Mengapa demikian? Sebelumnya telah dijelaskan bahwa saat ini jumlah IP address yang bisa digunakan semakin menipis. Karenanya, alamat IP digunakan secara bergiliran. Nah, penyedia layanan internet pula yang bertanggung jawab atas hal ini.
IP address dinamis dapat berubah satu kali setiap minggu, bulan, atau tahun. Namun, restart perangkat atau router internet pun dapat menyebabkan pergantian ini.
b. Statis
Berkebalikan dengan jenis di atas, IP address statis “di-booking” oleh pihak yang menggunakannya.
Pengguna yang melakukan reservasi terhadap satu atau lebih alamat IP termasuk penyedia layanan web hosting, virtual private network (VPN), dan server file transfer protocol (FTP). Mereka membutuhkan IP address yang tidak berubah karena layanan yang bergantung padanya.
Tentunya, Anda harus membayar sejumlah biaya yang diberikan oleh penyedia layanan internet untuk mendapatkan IP address statis.
Jika Anda menjalankan satu atau lebih website, perlu diketahui bahwa ada dua jenis IP address yang digunakan oleh server web hosting, yaitu shared dan dedicated IP.
Dengan penjelasan sebelumnya mengenai IP publik, pastinya Anda sudah paham bahwa masing-masing server website memiliki satu alamat IP.
Nah, shared IP biasanya terdapat pada server shared hosting, di mana semua penggunanya berbagi seluruh sumber daya server tersebut, termasuk IP address-nya. Tak hanya itu, semua domain milik seorang pengguna juga memakai alamat IP yang sama.
b. Dedicated IP
Jika shared IP dipakai bersama-sama oleh semua pengguna pada suatu server, dedicated IP hanya digunakan oleh satu domain.
Meskipun jenis IP address ini umumnya ditawarkan pada server dedicated hosting dan cloud VPS hosting, beberapa penyedia layanan web hosting memperbolehkan pelanggannya untuk menggunakan dedicated IP pada server shared hosting.
SEMOGA BERMANFAAT
- hafizadiansyah Muhammad. 2007. Pengertian dan
fungsi ipv4. http://muhammad-hafizadiansyah.blogspot.com/2017/01/pengertian-dan-fungsi-ipv4-pada.html Diakses pada 14 Januari 2021.
- _. 2019. Apa itu IP Address Versi 4 (ipv4). https://www.niagahoster.co.id/blog/ip-address-adalah/ Diakses pada 14 Januari 2021.
- _._. Mengenal ipv4. 2020. https://pandi.id/mengenal-ipv4-dan-ipv6/ .Diakses pada 14 Januari 2021.
Komentar
Posting Komentar