Sertifikat Pelatihan, Sertifikat Kompetensi, dan Sertifikat Vendor/Organisasi
Sertifikat Pelatihan, Sertifikat Kompetensi, dan Sertifikat Vendor/Organisasi
Oleh:Bayu Ardyan Saputra
1. cara mendapatkan sertifikasi trainer
Anda bisa mengikuti sertifikasi trainer di Lembaga Sertifikasi Profesi yang terpercaya. Anda akan menjalani uji kompetensi sebelum pada akhirnya Anda mendapatkan sertifikasi trainer yang berlisensi dari BNSP.
Namun, uji kompetensi yang Anda lakukan belum menjamin Anda lulus sertifikasi. Maka dari itu, sebelum menjalani uji kompetensi, Anda bisa mengikuti Training of Trainer Sertifikasi BNSP yang akan membantu Anda, untuk memahami apa saja yang akan Anda ujikan pada uji kompetensi.
Mengikuti Training of Trainer Sertifikasi BNSP yang diselenggarakan atas kerja sama LSP Trainer Indonesia dengan ESQ Leadership Center merupakan salah satu cara mendapatkan sertifikasi trainer .
ESQ LC sudah berpengalaman selama 17 tahun dalam menyelenggarakan training terbaik.
2. Manfaat sertifikat trainer
Bagi para profesional, menyandang sertifikasi akan memberikan sejumlah manfaat sebagai berikut:
- Memiliki keunggulan kompetitif dibanding kandidat tanpa sertifikat.
- Memiliki potensi untuk mendapatkan upah lebih tinggi.
- Memiliki kesempatan yang lebih besar untuk mendapatkan pekerjaan.
- Menunjang karir profesional.
Bagi perusahaan atau industri, sertifikasi juga mendatangkan sejumlah keuntungan berikut:
- Membantu menemukan kandidat yang tepat dalam proses rekrutmen.
- Membantu divisi Human Resources (HR) untuk menyusun pengembangan karir dan remunerasi berbasis kompetensi.
- Meyakinkan kepada klien atau konsumen bahwa produknya dibuat oleh personel yang kompeten.
Dengan memiliki Sertifikasi Kompetensi Trainer maka seseorang akan mendapatkan bukti pengakuan tertulis atas kompetensi yang dikuasainya. BNSP merupakan badan independen yang bertanggung jawab kepada Presiden yang memiliki kewenangan sebagai otoritas sertifikasi personil dan bertugas melaksanakan sertifikasi kompetensi profesi bagi tenaga kerja.
Secara garis besar alasan mengapa harus memiliki Sertifikasi LSP BNSP adalah :
- Meyakinkan Industri/Klien bahwa “Saya Kompeten” di bidang Trainer
- Membangun “Career Path”
- Nilai tambah bagi calon tenaga kerja dalam proses rekruitmen
- Memenuhi tuntutan sistem industri (ISO, SNI) yang mengharuskan penggunaan personil kompeten yaitu personil yang memiliki sertifikasi resmi.
Pelatihan ini adalah untuk mempersiapkan peserta untuk memperoleh Sertifikat Kompetensi Trainer. Pelatihan persiapan Sertifikasi BNSP (Badan Nasional Sertifikasi Profesi) Kompetensi Trainer dirancang berbasis kompetensi (Competency Based Training). Untuk mendapatkan sertifikasi kompetensi, para peserta training akan diuji oleh assessor dari BNSP (Badan Nasional Sertifikasi Profesi).
B. Sertifikat Kompetensi
adalah merupakan suatu pengakuan terhadap tenaga kerja yang mempunyai pengetahuan, ketrampilan dan sikap kerja sesuai dengan standar kompetensi kerja yang telah dipersyaratkan, dengan demikian sertifikasi kompetensi memastikan bahwa tenaga kerja (pemegang setifikat)
1. Manfaat Sertifikat Kompetensi
Manfaat program sertifikasi kompetensi bagi pekerja antara lain promosi profesi di bidang industri dan pasar tenaga kerja serta menjamin pengakuan kompetensi pekerja. Sedangkan bagi perusahaan, adanya sertifikasi membantu remunerasi pegawai, memudahkan rekrutmen, dan promosi pegawai. Selain itu, program sertifikasi bermanfaat dalam memastikan efisiensi dan efektivitas pengembangan program diklat.
2. keuntungan sertifikasi kompetensi
Sertifikasi Kompetensi jelas akan mempengaruhi dan memberikan jaminan baik terhadap pemegangnya ataupun pihak lain.
Berikut beberapa keuntungan sertifikasi kompetensi:
a. Bagi Pencari Kerja yang mempunyai sertifikat kompetensi
- Kredibilitas dan kepercayaan dirinya akan meningkat
- Mempunyai bukti bahwa komptensin yang dimiliki telah diakui
- Bertambahnya niali jual dalam rekrutmen tenaga kerja
- Kesempatan berkarir yang lebih besar
- Mempunyai parameter yang jelas akan adanya keahlian dan pengetahuan yang dimiliki2
b. Bagi Karyawan di tempat kerja yang telah bersertifikat
- Jenjang karir dan promosi yang lebih baik.
- Meningkatkan akses untuk berkembang dalam profesinya Pengakuan terhadap kompetensi yang dimiliki
b. Bagi Perusahaan/Tempat Kerja
- Mengurangi kesalahan kerja
- Produktivitas meningkat
- Komitmen terhadap kualitas
- Memudahkan dalam penerimaan karyawan
- Mempunyai karyawan yang berdaya saing, terampil dan termotivas
3. Cara mendapatkan sertifikat kompetensi
Sebelum Anda itu, Anda harus mengerti terlebih dahulu mengenai kompetensi yang akan membantu Anda mendapatkan sertifikasi profesi.
Sertifikasi kompetensi adalah proses pemberian sertifikat kompetensi yang dilakukan secara sistematis dan obyektif melalui uji kompetensi yang mengacu pada standar kompetensi kerja baik yang bersifat nasional maupun internasional.
Tahukah Anda bahwa kompetensi adalah gabungan antara pengetahuan, keterampilan dan attitude seseorang? Bagaimana pengetahuan, keterampilan dan attitude Anda dapat dilihat dari bagaimana cara kerja Anda. Itu semua dapat diukur apakah Anda berkompetensi atau tidak.
Untuk membuktikan bahwa Anda memang mempunyai kompetensi dalam bidang yang Anda geluti, Anda perlu melakukan uji kompetensi. Uji kompetensi yang pada akhirnya akan memberikan hasil apakah Anda memang berkompeten sebagai professional atau tidak.
Kompetensi dibuktikan dengan terbitnya sertifikasi dari lembaga pemerintah yang sah, Dengan memiliki sertifikasi profesi, ini akan sangat meningkatkan nilai Anda. Value Anda secara kredibilitas akan meningkat dengan memiliki sertifikasi profesi
4. Apa maksudnya di adakan Uji Kompetensi
Pelaksanaan uji kompetensi di maksudkan sebagai sarana untuk mendapatkan bukti-bukti yang valid, berlaku sekarang/terkini/serta otentik sebagai dasar apakah peserta uji sudah kompeten atau belum kompeten terhadap unit kompetensi yang diujikan.
Uji Kompetensi dilakukan melalui proses penilaian (assesment) baik teknis maupun non teknis melalui pengumpulan bukti yang relevan untuk menentukan apakah seseorang telah kompeten atau belum kompeten pada skema sertifikasi tertentu. Uji kompetensi bersifat terbuka, tanpa diskriminasi dan diselenggarakan secara transparan. Prinsip-prinsip yang harus dipenuhi dalam uji kompetensi adalah valid, reliable, fleksibel, adil, efektif dan efisien,berpusat pada peserta uji kompetensi dan memenuhi syarat keselematan kerja.
C. Sertifikat Vendor/Organisasi
Adalah jenis dokumen baru yang diajukan ke sekretaris negara di beberapa negara bagian untuk membentuk perseroan terbatas (LLC). Sertifikat organisasi juga kadang disebut sertifikat formasi.
International Organization for Standardization atau lebih dikenal sebagai ISO adalah salah satu Standar Internasional dalam sebuah sistem manajemen untuk pengukuran mutu organisasi, yang memegang peranan penting dalam mengukur bagaimana kredibilitas perusahaan yang ingin bersaing secara global dan juga merupakan salah satu cara untuk meningkatkan sistem manajemen mutunya.
1. Apa itu sertifikat vendor?
Secara garis besar sertifikasi IT adalah “sebuah bentuk penghargaan dan pembuktian yang diberikan kepada seorang individu karena dianggap memiliki keahlian dalam bidang IT tertentu / spesifik”. Bentuk penghargaan ini berupa sertifikat khusus yang umumnya disertai dengan titel tertentu. Jika pernah mendengar istilah semacam CCNA, MCTS, CEH, OCP, dan sebagainya.
2. Jenis Sertifikasi IT
Pada dasarnya sertifikasi IT ini dibagi kedalam 2 kelompok, yaitu Vendor Based dan Vendor Neutral.
Vendor Based
Sertifikasi vendor based adalah sertifikasi IT yg dikeluarkan oleh vendor tertentu dan materi ujiannya jelas mengacu pada produk atau teknologi yg memang dirilis oleh vendor tersebut. Contoh vendor yang merilis sertifikasi ini diantaranya Microsoft, Cisco, Oracle, Symantec, HP, Huawei, dst. Contoh title sertifikasinya misalnya MCTS, MCITP, OCP, CCNA, dst.
Vendor Neutral
Sesuai namanya, sertifikasi ini dirilis oleh suatu badan atau organisasi yg tidak terikat ke vendor manapun, dengan kata lain cakupannya global. Materi ujian untuk sertifikasi ini jelas sangat luas dan tentunya kita juga harus mengetahui produk dan teknologi dari multiple vendor. Dan karena cakupannya global maka sertifikasi Vendor Neutral umumnya memiliki rating yang lebih tinggi dibandingkan sertifikasi Vendor Based. Contoh organisasi yg merilis sertifikasi ini misalnya CompTIA serta EC-Council, dan contoh title sertifikasinya misalnya A+, Network+, CEP, CEH, dst.
3. Penyelenggara dan Pengatur Ujian
Seperti telah disinggung diatas, cara untuk mendapatkan sertifikasi ini sangat mudah, yaitu dengan mengikuti ujian di tempat2 khusus ujian. Ada banyak perusahaan yg bertindak sebagai penyelenggara ujian ini, namun dari sekian banyaknya hanya ada 3 perusahaan resmi yang umum terlibat sebagai penyelenggara ujian ini, yaitu Prometric, Pearson Vue (sering disingkat Vue saja), dan Certiport.
Perusahaan2 tsb kemudian menunjuk perwakilan / partner di tiap2 negara untuk mempermudah proses pelaksanaan ujian ini. Dengan demikian, kita mengikuti ujian di perusahaan yg menjadi perwakilan / partner tersebut atau yg umum disebut dgn Authorized Test Center (ATC).
4. Cara Mendapatkan Sertifikat ISO
Untuk mencapai Sertifikasi ISO seperti ISO 9001 atau ISO 14001 cukuplah mudah. Dalam artikel ini kami akan merinci dan membahas langkah demi langkah untuk membantu organisasi dalam proses pelaksanaan Sertifikasi ISO, serta sedikit membahas Badan Sertifikasi ISO yang akan dipiih oleh organisasi.
1. Membuat Komitmen
Pimpinan organisasi harus menetapkan untuk menerapkan Sistem Manajemen ISO dan memastikan bahwa Standar ISO yang dipilih adalah tepat bagi organisasi. Perlu dicatat bahwa untuk memiliki Sertifikat ISO, organisasi harus telah beroperasi selama minimal 3 bulan. Hal ini agar organisasi telah memiliki beberapa proses di tempat yang dapat dinilai oleh Konsultan ISO.
2. Meninjau
Sebaiknya pimpinan terlibat aktif dengan industri atau asosiasi profesi untuk melihat bagaimana implementasi Standar ISO telah bekerja untuk organisasi lainnya. pimpinan juga bisa meminta informasi dengan organisasi yang telah menerapkan Sertifikasi ISO, serta menggunakan sumber informasi dari badan pemerintah untuk menambah informasi mengenai Standar ISO. Badan Sertifikasi ISO telah mengembangkan beberapa buku pegangan yang berupa Standar ISO 9001 dan Standar ISO 14001 untuk membuat informasi lebih mudah didapatkan.
3. Membentuk Tim ISO
Organisasi menetapkan SDM sebagai anggota Working Group dalam pelaksanaan Sertifikasi ISO yang terdiri dari ketua proyek dan tim. Tim minimal terdiri dari dua orang dari setiap divisi / departemen, terdiri dari pimpinan departemen dan staf. Penetapan manajemen representatif boleh ada atau ditiadakan, tetapi Top-Management harus terlibat aktif didalam penerapan sistem manajemen ini sebagai fungsi Leadership.
4. Melaksanakan Training ISO
Tetapkan waktu untuk melaksanakan Training ISO (biasanya melalui Konsultan ISO) untuk seluruh karyawan meliputi Training Awareness (pengenalan), Training Dokumentasi dan Training Internal Audit. Jika Anda baru mengetahui informasi mengenai Standar ISO, maka Training ISO bermanfaat memberikan rasa percaya diri dan menambah wawasan untuk membantu dalam proses implementasi Standar ISO. Walaupun Anda sudah berpengalaman, Training ISO memastikan Anda akan mendapatkan hasil maksimal. Saat ini kami menjalankan program pada Standar ISO yang paling populer yaitu ISO 9001 dan ISO 14001.
5. Menggunakan Jasa Konsultan ISO
Sistem Manajemen ISO perlu menjadi sasaran organisasi yang harus dikembangkan oleh manajemen senior. upaya berkelanjutan diperlukan untuk memastikan hasil maksimal yang bisa dipertahankan selama proses Sertifikasi ISO berlangsung, karena itu seorang Konsultan ISO akan dibutuhkan karena Konsultan ISO bertanggung jawab untuk mengembangkan sistem manajemen yang sebenarnya. isokonsultindo dapat memberikan Jasa Konsultan ISO dan pembimbingan, dengan demikian kami dapat membantu Anda di sepanjang proses Sertifikasi ISO. Konsultan ISO dapat membantu memberikan nasihat tentang strategi implementasi, dan Konsultan ISO Professional mampu meningkatkan nilai proses bisnis. Penggunaan Konsultan ISO tidak menghapus tanggung jawab pimpinan untuk membangun dan menerapkan Sistem Manajemen ISO. karena itu adalah kepentingan organisasi sendiri maka Anda dan manajemen secara aktif terlibat dengan Konsultan ISO secara keseluruhan. Waspadalah terhadap setiap sistem manajemen 'Siap Pakai' yang mungkin tidak cocok untuk organisasi Anda.
6. Memilih Badan Sertifikasi ISO
Sangat penting bagi pimpinan untuk mengetahui beberapa hal ketika menyetujui menandatangani kontrak untuk melanjutkan ke Badan Sertifikasi ISO seperti UKAS, KAN, DAC, JAS-ANZ, AB-CAB, dan lainnya. Standar ISO yang umum didasarkan pada siklus 3 tahun, namun isokonsultindo dapat membantu organisasi hanya dalam waktu 6 bulan untuk mendapatkan Sertifikat ISO. Konsultan ISO yang lain akan mengharapkan organisasi untuk membuat kontrak minimal 3 tahun sementara hanya kunjungan tahunan yang diperlukan.
7. Melakukan Gap Analisis dan Membuat Dokumen ISO
Bandingkan sistem manajemen yang sebelumnya sudah berjalan dengan Standar ISO, lakukan analisa mengenai apa saja yang belum di terapkan. Tetapkan kebijakan, Struktur Organinsasi, Job Desk, KPI atau target, Manual Mutu dan Prosedur Kerja dari masing-masing departemen didalam organisasi. Bila dibutuhkan penjelasan lebih terperinci dari prosedur kerja dapat dibuat instruksi kerja dan formulir kerja pendukungnya. Terapkan Standar ISO minimal 3 bulan untuk memastikan seluruh karyawan telah mengerti, mematuhi dan menjalankannya. Standar ISO dirancang untuk umum, berlaku untuk organisasi dari semua ukuran dan sektor industri dan mampu memberikan kerangka untuk proses manajemen yang baik serta menentukan hal-hal yang perlu dimasukkan. Tujuan Sertifikasi ISO adalah membentuk Sistem Manajemen ISO, misalnya Sistem Manajemen Mutu (SMM) atau ISO 9001 dan Sistem Manajemen Lingkungan (EMS) atau ISO 14001. Sistem manajemen terbentuk dari proses kegiatan manajemen, penyediaan sumber daya, realisasi produksi, pengukuran, analisis dan perbaikan.
8. Implementasi Sistem ISO
Pemeliharaan Sistem Manajemen ISO adalah di mana kerja keras dimulai. Lanjutan yang penting supaya implementasi bisa berhasil, dan bagi organisasi adalah untuk mendapatkan Sertifikat ISO. Komunikasi dan Training ISO harus dilakukan secara teratur untuk memastikan budaya kesadaran berkelanjutan dan keterlibatan dengan staf. Lebih formal, Audit Internal juga harus dilakukan untuk memastikan persyaratan Standar ISO telah terpenuhi. Sebuah tinjauan manajemen harus digelar untuk menentukan tindakan perbaikan yang diperlukan.
9. Melakukan Audit Internal ISO
Lakukan Audit Internal perusahaan dan lakukan Rapat Tinjauan Manajemen (RTM). Proses ini dimulai dengan apa yang dikenal sebagai 'Tahap 1 Audit'. Ini merupakan tahap dimana auditor memberikan laporan analisa kesenjangan yang akan mengidentifikasi tindakan yang dibutuhkan oleh organisasi untuk memenuhi persyaratan Standar ISO yang dapat digunakan sebagai bantuan perencanaan, jadi jangan khawatir jika organisasi belum siap karena banyak organisasi sudah memiliki sejumlah proses yang diperlukan di tempat hanya saja mereka hanya perlu dokumentasi dan proses yang lebih baik.
10. Audit Sertifikasi ISO
Setelah organisasi telah siap dan telah menentukan masalah yang disorot dalam laporan Tahap 1, Undang Badan Sertifikasi ISO untuk melakukan audit perusahaan dan selesaikan semua NC (Non Confirmity) bila terdapat temuan dalam audit BS. Pada Tahap ini Auditor akan mengungkapkan efektivitas sistem manajemen dan apakah memenuhi semua persyaratan Standar ISO tertentu yang ingin disertifikasi (misal ISO 9001 atau ISO 14001). Jika sudah sesuai, organiasi akan disarankan untuk segera diberikan Sertifikat ISO. Laporan Auditor kemudian akan diperiksa melalui proses persetujuan dan jika tidak ada anomali diidentifikasi maka Sertifikat ISO resmi diberikan kepada organisasi. Selamat, Anda telah mendapatkan Sertifikat ISO Bila anda membutuhkan Jasa Sertifikasi ISO professional, berpengalaman, mudah dan terjamin silahkan hubungi isokonsultindo. Kami memberikan garansi kelulusan 100% pada semua klien kami, silahkan klik Proposal ISO berikut.
- _.2017. Cara Mendapatkan Sertifikasi Trainer. http://lsptrainerindonesia.id/inilah-cara-mendapatkan-sertifikasi-trainer-dari-bnsp/#:~:text=Lalu%20bagaimana%20cara%20mendapatkan%20sertifikasi,trainer%20yang%20berlisensi%20dari%20BNSP. Diakses Pada 25 Januari 2021 Pukul 10.55 wib.
- _._. Istilah-istilah Sertifikasi Kompetensi. http://sertifikasi-profesi.blogspot.com/2014/09/istilah-istilah-sertifikasi-kompetensi.html. Diakses Pada 25 Januari 2021 Pukul 11.11 wib.
- _.2017. Keuntungan Memiliki pengakuan dari Lembaga Sertifikasi Profesi dan Kompetensi. https://lsp-ipi.org/apa-keuntungan-memiliki-pengakuan-dari-lembaga-sertifikasi-profesi-dan-kompetensi-training-trainer#:~:text=Sertifikasi%20kompetensi%20kerja%20adalah%20merupakan,pemegang%20setifikat)%20tersebut%20terjamin%20akan. Diakses Pada 25 Januari 2021 Pukul 11.25 wib.
- _._. Mengenal Sertifikasi IT. https://arhiez.net/mengenal-sertifikasi-it/#:~:text=Sertifikasi%20vendor%20based%20adalah%20sertifikasi,%2C%20HP%2C%20Huawei%2C%20dst. Diakses Pada 25 Januari 2021 Pukul 11.55 wib.
- _._. Cara Mendapatkan Sertifikat ISO. https://isokonsultindo.com/cara-mendapatkan-sertifikat-iso. Diakses Pada 25 Januari 2021 Pukul 12.05 wib.
Komentar
Posting Komentar